Noorfaizin's Blog
Just another WordPress.com weblog

Menjadikan Semarang Indah dan Nyaman

Lawang Sewu

gombel pada malam hari

Euphoria penataan kembali Kota Semarang belakangan ini makin terasa. Masyarakat di sekitar jalan-jalan protokol bergotong royong, serta berusaha menghadirkan pesona kebersihan, keindahan, dan kerapian dalam lingkungannya.

Aktivitas positif ini dapat berlangsung karena adanya program Festival Kanan Kiri Jalan Protokol (Kakikol) Kota Semarang 2008. Respons masyarakat terhadap program ini cukup besar, menunjukkan mereka sangat antusias menyambut festival berhadiah total Rp 800 juta tersebut.

Tahun sebelumnya juga ada program sejenis dengan sasaran lebih luas, yakni Semarang Pesona Asia (SPA), yang dinilai banyak kalangan menuai kegagalan. Meski SPA dinilai gagal, tidak ada salahnya untuk menawarkan kembali program sejenis.

Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik dari program Kakikol. Pertama, program ini mampu mendorong usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat berdasarkan tekad dan kekuatan sendiri (bergotong royong).

Kedua, meningkatkan motivasi serta semangat persatuan dan kesatuan antara aparat pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di wilayah masing-masing, dengan didasari semangat kebersamaan untuk mewujudkan keindahan dan kesehatan lingkungan.

Ketiga, dapat dijadikan parameter untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembangunan yang telah dilakukan warga di kelurahan selama kurun waktu setahun terakhir, dalam wujud peningkatan kualitas kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya, serta terpeliharanya lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman. Selain itu, untuk mengetahui tingkat keberhasilan usaha pemberdayaan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dan pemerintahan di setiap tingkatan.

Keempat, dapat menjadi media dan sarana untuk meneliti, menilai, dan menetapkan kelurahan / kecamatan berprestasi yang konsisten dalam pemeliharaan infrastruktur jalan-jalan protokol di kota Semasrang, yang melibatkan  partisipasi dan peran aktif manyarakat.

Kelima, sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan prestasi yang diraih Kota Semarang (misalnya Anugrah Wahana Tata Nugraha dan Adipura), sekaligus menciptakan dan menumbuhkembangkanrasa kebanggaan dan semangat kebersamaan serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

Diakui atau tidak, Kakikol 2008 yang dibarengkan dengan peringatan Hari Jadi ke-461 Kota Semarang telah menggugah dan membangun kembali spirit estetis warga kota. Spirit estetis masyarakat dalam melakukan penataan kota memiliki arti penting untuk menghasilkan suasana kota yang lebih indah dan menyenangkan.

Pada setiap level masyarakat, dengan didukung aparatur pemerintahan, terlihat ada semangat menggebu-gebu untuk berlomba-lomba menghadirkan suasana lingkungan paling indah dan nyaman. Hampir semua kelurahan yang wilayahnya memangku jalan protokol mengadakan kerja bakti untuk membersihkan, menata kembali, dan menghias wilayahnya.

Memang terasa menyenangkan memandang wajah kanan-kiri jalan protokol di Kota Semarang hari-hari ini. Pesona keindahan benar-benar tampak di sana. Mulai dari tempat sampah, trotoar, pot bunga, dan aneka ragam bunga terlihat bersih dan indah. Semuanya turut menjadikan Kota Semarang lebih sedap dipandang serta lebih hijau.

Kita patut mengapresiasi upaya yang ditempuh Sampoerna Hijau, salah satu sponsor Kakikol, yang selama ini concern terhadap ranah penataan dan penghijauan kota dengan berbagai programnya. Kakikol adalah salah satu program diantara sekian banyak program yang dihadirkan dalam rangka menata dan menghijaukan Kota Semarang. Program-program yang dapat dijalankan dan dirasakan masyarakat secara nyata seperti Kakikol ini perlu didukung dan terus dikembangkan dalam bentuk program lainnya.

Program penataan dan penghijauan kota juga sangat relevan jika dikaitkan dengan terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim di bumi. Tingginya tingkat polusi dan minimnya taman kota selama ini turut menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah perkotaan.

Mudah-mudahan ini menjadi momentum yang tepat bagi warga Kota Semarang untuk bangkit dan terus membangun dengan memperhatikan aspek lingkungan sebagai pertimbangan utamanya. Kesadaran dan kepedulian warga Kota Semarang terhadap lingkungan selama ini memang memprihatinkan.

Kebanjiran yang setiap tahun terjadi menjadi salah satu bukti bahwa Pemerintah Kota dan warganya belum menjadikan masalah-masalah lingkungan sebagai fokus utama dalam membenahi tata kota. Oleh sebab itu, program pembangunan yang menggugah kesadaran lingkungan seperti Kakikol perlu terus dikembangkan dan didukung seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, swasta, ilmuwan, pers, maupun masyarakat. Dengan melakukan pembangunan berwawasan lingkungan, kita bisa menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih nyaman dan aman. *)Zudi Setiawan, dosen FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Belum Ada Tanggapan to “Menjadikan Semarang Indah dan Nyaman”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: